Google perluas iklan di AI Mode ke pasar internasional
Google membawa iklan di AI Mode ke pasar internasional saat Alphabet lapor pendapatan kuartal III naik 25% ke 127,6 miliar dolar AS, sementara iklan Pencarian tumbuh 12%.
Google memperluas iklan di AI Mode, tampilan pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI), ke pasar internasional. Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan kuartal III Alphabet, saat pertumbuhan iklan Pencarian melambat.
Philipp Schindler, chief business officer Google, mengatakan dalam panggilan dengan investor pada Rabu bahwa perusahaan kini meningkatkan skala iklan berkualitas tinggi di dalam AI Overviews pada AI Mode untuk lebih banyak pengguna dan kueri. “Ini mencakup membawa jejak monetisasi kami ke tingkat global untuk pertama kalinya,” kata Schindler, sebagaimana dikutip TechCrunch. Ia juga menyebut ekspansi iklan di AI Mode ke pasar internasional berjalan bersama iklan multi-putaran (multi-turn) dan AI Mode di Amerika Serikat.
Google belum merinci negara atau bahasa yang mendapat iklan ini, dan Indonesia tidak disebut dalam sumber yang tersedia.
Angka kuartal III Alphabet
Menurut rilis hasil keuangan Alphabet, pendapatan konsolidasi naik 25% menjadi 127,6 miliar dolar AS pada kuartal yang berakhir 30 September 2026. Laba operasi naik 30% dengan margin operasi 31,8%.
Pendapatan Google Search & other tumbuh 12% secara tahunan menjadi sekitar 63,4 miliar dolar AS. TechCrunch mencatat angka itu turun dari 17% pada kuartal kedua dan 19% pada kuartal pertama. Saham Alphabet turun 8% setelah hasil diumumkan.
Divisi Google Services, yang mencakup Pencarian, membukukan pendapatan 96,3 miliar dolar AS, naik 11%. Google Cloud tumbuh 103% menjadi 30,7 miliar dolar AS.
Kueri tumbuh, iklan melambat
CEO Sundar Pichai mengatakan pertumbuhan kueri Pencarian secara tahunan merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka pertumbuhan pastinya tidak diungkapkan. Ia menyebut fitur AI mendorong pengguna mengajukan pertanyaan yang lebih panjang dan kompleks.
Menurut Pichai, kueri di AI Mode rata-rata tiga kali lebih panjang daripada pencarian tradisional, dan satu dari lima pencarian AI Mode secara global memakai suara, gambar, atau dokumen. Google juga disebut telah melampaui 50 miliar pencarian visual per bulan.
Kontras antara kueri yang tumbuh dan iklan yang melambat menambah tekanan bagi Google untuk mengubah fitur AI menjadi sumber pendapatan iklan yang berarti, menurut TechCrunch.
Format iklan dan implikasi bagi pengiklan
Schindler mengatakan tingkat klik (click-through rate) untuk daftar produk bersponsor di AI Mode sudah sebanding dengan daftar organik. Ia menambahkan bahwa riset pengguna Google menunjukkan orang menganggap iklan tersebut relevan. Angka rincinya tidak dipublikasikan.
Dalam pengumuman pada Mei, Google memperkenalkan format iklan berbasis Gemini yang masih diuji di AI Mode. Conversational Discovery ads menjawab pertanyaan spesifik pengguna dengan materi iklan yang disesuaikan. Highlighted Answers menempatkan iklan yang sangat relevan dalam daftar rekomendasi yang disajikan AI Mode.
Menurut Google, kedua format memuat penjelas AI independen yang disusun model Gemini dan ditampilkan di samping materi iklan. Iklan tetap diberi label “Sponsored”. Google juga menyiapkan iklan Shopping bertenaga AI dan Business Agent for Leads, yaitu agen percakapan di dalam iklan, yang akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.
Google meminta pengiklan menyiapkan kampanye dengan Performance Max dan AI Max untuk memanfaatkan format-format ini.
Dampak bagi penerbit dan langkah berikutnya
Sumber yang tersedia tidak membahas dampak iklan di AI Mode terhadap trafik penerbit situs web yang bergantung pada Pencarian. Google juga belum mengumumkan jadwal peluncuran per negara atau bahasa.
Yang jelas, Google menempatkan iklan dalam jawaban AI sebagai jalur pendapatan baru. Perkembangan berikutnya yang patut dipantau adalah daftar pasar yang mendapat iklan AI Mode dan apakah pertumbuhan iklan Pencarian kembali menguat.