Lewati ke konten
Kebijakan & Masyarakat

Jack Clark dari Anthropic klaim di forum IMF Bangkok singularitas AI sudah dimulai

Salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, mengklaim di forum IMF Bangkok bahwa singularitas AI telah dimulai. Ia meminta ekonom dan pembuat kebijakan bersiap menghadapi perubahan cepat.

Jack Clark, salah satu pendiri perusahaan AI Anthropic, mengklaim bahwa singularitas sudah dimulai. Ia menyampaikannya dalam pidato pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok, Sabtu, 17 Oktober.

Menurut teks pidato yang ia terbitkan di buletinnya, Import AI edisi 477, tahun ini dunia telah memperoleh “bukti meyakinkan” bahwa singularitas berlangsung. Ini adalah pandangan Clark, bukan fakta yang disepakati para ahli.

Inti pidato: singularitas menurut Clark

Clark memakai istilah singularitas untuk masa ketika sistem AI mempercepat kemajuan sains dan teknologi secara drastis. Lajunya begitu cepat sehingga manusia sulit mengikutinya. Ia mengaitkan gagasan ini dengan penulis Vernor Vinge, yang meramalkannya pada 1993.

Clark mengatakan, selama bertahun-tahun ia berusaha meyakinkan dunia bahwa suatu hari AI bisa mengubah keamanan nasional, mengubah arah ekonomi dunia, dan mungkin mampu membangun dirinya sendiri. Menurutnya, saat itu kini telah tiba. AI, katanya, sudah mengubah keamanan nasional dan arah ekonomi, serta ikut berkontribusi pada pengembangannya sendiri.

Implikasi terpenting, menurut Clark, adalah laju kemajuan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan, tidak hanya pada AI tetapi juga pada sains secara keseluruhan. Ia memperingatkan perubahan ini akan terasa membingungkan. Perubahan itu juga akan membawa kekayaan besar sekaligus potensi bahaya besar. Ia menambahkan bahwa AI sedang menuju perubahan yang lebih besar daripada perkiraan banyak orang, sehingga semua pihak perlu bersiap.

Konteks forum dan posisi pembicara

Clark berbicara sebagai pembawa Per Jacobsson Lecture di hadapan ekonom, bankir, dan pembuat kebijakan. Ia menyebut kesempatan itu sebagai posisi istimewa. Ia ingin memakainya untuk menyampaikan bahwa audiens sebaiknya mengharapkan perubahan yang signifikan dan cepat.

Dalam pengantar buletin, Clark menyebut pidato itu terinspirasi tren besar yang ia liput sepanjang tahun. Tren itu adalah AI yang mulai bekerja di garis depan sains manusia, kadang secara mandiri. Ia juga mencatat sebagian pidatonya disampaikan secara spontan dan tidak tercakup dalam teks yang diterbitkan.

Afiliasi Clark penting untuk dicatat. Ia memulai karier sebagai jurnalis yang meliput pusat data. Ia lalu bergabung dengan OpenAI pada 2016 dan ikut mendirikan Anthropic beberapa tahun kemudian. Anthropic mengembangkan model AI Claude, yang juga ia jadikan contoh dalam pidato.

Clark menggambarkan dirinya sebagai narator, salah satu penggerak utama, sekaligus penerjemah antarkomunitas dalam perkembangan AI. Ia mengaku ingin jujur soal tanggung jawabnya sendiri. Dengan posisi itu, ia bukan pengamat netral atas industri yang ia bicarakan.

Bukti dan contoh yang diajukan

Argumen dasarnya berangkat dari produktivitas riset. Menurut Clark, selama setengah abad terakhir sebagian besar negara menghadapi produktivitas riset yang menurun, padahal jumlah peneliti bertambah pesat. Akibatnya, ide dan penemuan tampak makin sulit ditemukan.

Kondisi itu, katanya, berubah karena AI kini mampu menambah, memperluas, dan mengotomatisasi sebagian kerja manusia. Contoh paling jelas menurutnya adalah pengembangan perangkat lunak. Di bidang ini ia mengklaim AI sudah lebih mampu dan efisien daripada mayoritas besar insinyur perangkat lunak dunia. Di Anthropic, katanya, para peneliti kini menghasilkan hampir 10 kali lipat kode dibanding empat tahun pertama perusahaan.

Kemajuan itu, lanjut Clark, membawa tantangan baru. Kemampuan pemrograman yang membaik membuat AI jauh lebih piawai dalam keamanan siber maupun serangan siber. Dunia pun berlomba memakainya untuk pertahanan, sementara pelaku jahat berlomba memakainya untuk meretas. Ia menyebut ini sebagai cicipan dari hal yang akan datang.

Clark memperkirakan pola serupa akan terjadi di sains dan robotika. Akibatnya, sifat penting ekonomi global bisa berubah, misalnya laju inovasi dan seberapa sering lahir teknologi serbaguna baru yang menumbuhkan industri di sekitarnya.

Contoh dari matematika, biologi, dan robotika

Clark mengajukan tiga contoh yang ia sebut sebagai tanda awal AI bekerja di garis depan sains pada 2026.

  • Matematika: AI disebut dipakai untuk mengusulkan solusi atas masalah lama, seperti Navier-Stokes (salah satu soal Hadiah Milenium), Konjektur Jacobian, dan beberapa soal terbuka Erdős. Dalam banyak kasus, menurutnya, AI menyumbang wawasan inti.
  • Biologi: peneliti disebut memakai AI untuk merancang virus dari nol dan mengidentifikasi kandidat obat. Ia juga menyebut sudah ada obat dalam uji klinis yang sebagian besar dirancang AI.
  • Robotika: AI makin mampu mengoperasikan peralatan laboratorium dari jarak jauh. Menurutnya, hal ini mempercepat riset di bidang seperti baterai dan sel bahan bakar.

Teks yang tersedia tidak menyertakan rincian atau rujukan untuk klaim-klaim tersebut.

Clark menekankan bahwa contoh-contoh itu bertumpu pada teknologi yang sama. Untuk sebagian besar kasus, katanya, contoh itu bahkan memakai frontier model, model paling mutakhir, yang sama, seperti Claude, ChatGPT, atau Gemini.

Sebagai bukti kuantitatif, ia menunjuk Humanity’s Last Exam. Ini adalah tolok ukur, yakni ujian standar untuk membandingkan kemampuan sistem AI. Soal-soalnya mencakup berbagai bidang, mulai dari kimia lanjut, ilmu komputer, dan matematika hingga sastra klasik dan ekologi. Saat ujian ini diluncurkan pada Januari 2025, sistem terbaik mencetak 8 persen. Menurut Clark, pada pekan pidato skor tertinggi dipegang Claude Opus 5.5 dengan 67,7 persen. Ia juga menyinggung FrontierMath, tolok ukur matematika yang dirilis November 2024, tetapi teks yang diterima redaksi terpotong di bagian itu.

Batas klaim

Seluruh klaim dalam pidato berasal dari satu pihak yang punya kepentingan komersial di industri AI. Istilah singularitas juga tidak memiliki ukuran yang disepakati. Clark sendiri mengakui orang bisa berbeda pendapat soal detailnya.

Skor tolok ukur mencerminkan kinerja pada ujian tertentu, bukan otomatis penemuan ilmiah yang telah teruji. Teks pidato tidak memuat konfirmasi pihak independen atas peran AI dalam solusi soal matematika terbuka yang ia sebut.

Pesan bagi pembuat kebijakan

Pada bagian pidato yang tersedia, Clark berfokus pada bagaimana umat manusia dapat berbagi manfaat AI, asalkan ada pandangan jauh ke depan dan pengendalian diri. Ia memperkirakan penemuan ilmiah berbasis AI akan mengubah arah ekonomi global. Penemuan itu, katanya, juga akan mengubah cara negara merencanakan dan membangun infrastrukturnya, sekaligus memunculkan pertanyaan filosofis tentang pengembangan AI selanjutnya.

Rekomendasi rinci bagi pemerintah dan lembaga keuangan tidak terbaca dalam teks yang tersedia. Teks yang ada juga tidak membahas khusus negara berkembang atau Asia Tenggara. Clark menyatakan akan mengulas taruhan dan risiko singularitas dalam edisi-edisi buletinnya mendatang.

#anthropic#jack clark#imf#singularitas#kebijakan ai

Terkait